Ini Aksi Nyata Kapolres Asahan Untuk Nelayan Tradisional

Ini Aksi Nyata Kapolres Asahan Untuk Nelayan Tradisional

Mediapelopor.com | Asahan | Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja SIK, menegaskan pihaknya akan terus melakukan patroli rutin di wilayah perairan Asahan guna memastikan tidak ada lagi kapal yang menggunakan alat tangkap pukat beroperasi.

"Hal tersebut kami lakukan demi menjaga kondusifitas dan meminimalisir konflik antar nelayan,"jelas Tatan kepada wartawan.

Dijelaskannya lagi, hingga kini pihaknya terus melakukan patroli rutin di perairan Asahan bersama aparat gabungan lainnya diantaranya Lanal Laut Tanjungbalai - Asahan, Dinas Perhubungan, Satker PSKP, serta Dinas Kelautan Perikanan Asahan dan Tanjungbalai.

"Untuk operasi ini kamu selalu melakukan kordinasi dengan pihak lainnya. Dimana pada patroli yang digelar Kamis kemarin Polres Asahan mengerahkan 70 personil dan enam kapal gabungan patroli laut," jelas mantan Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat ini.

Lanjutnya, dia menghimbau kepada masyarakat nelayan tradisional yang berada didaerah pesisur Asahan dan Tanjungbalai agar tidak melakukan perbuatan anarkis yang dapat merugikan diri sendiri. "Kami butuh kerjasama dari masyarakat. Biarkan aparat yang akan bertindak secara hukum,"pintanya.

Sebelumnya, masyarakat nelayan tradisional di Asahan ini  melayangkan protes ke Pemerintah Kabupaten soal maraknya aksi penangkapan ikan oleh kapal yang menggunakan jaring pukat disekitar bibir pantai atau 7 mil diluar zona yang telah ditetapkan. Hingga mengakibatkan nelayan tradisional tak mendapatkan hasil tangkapan dan rusaknya ekosistem laut.

Berikan Komentar