Mahasiswa Se Asahan Akan lakukan Aksi Bela Rakyat 121

Mahasiswa Se Asahan Akan lakukan Aksi Bela Rakyat 121

Seluruh Mahasiswa Se Asahan yang mengatas namakan Aliansi BEM Se Asahan akan melakukan aksi pada, Kamis (12/1). Aksi mereka terkait kekecewaan terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Jokowi pada awal tahun 2017 ini.

Presiden Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Asahan (STIHMA), Denny Syafrizal kepada mediapelopor.com, Selasa (10/1) mengatakan, kebijakan pemerintah yang dianggap memberatkan rakyat diantaranya yaitu mencabut subsidi listrik dan menaikkan tarif STNK dan BPKB serta kenaikan BBM.

"ini kado pahit di awal tahun buat rakyat, tentu ini membuat rakyat semakin menjerit," ujarnya.

Denny mengatakan PP No. 60  Tahun 2016 yang dikeluarkan Presiden Jokowi pada tahun 2016 membuat masyarakat semakin diberatkan. Selain kenaikan tarif listrik pada pelanggan dengan daya 900 VA hingga 242,5 persen dari Rp.605/kWh menjadi Rp.1467,28/kWh semakin menyengsarakan masyarakat.

Aksi Bela Rakyat 121 ini dikatakan Denny akan diikuti ratusan lebih mahasiswa seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Kabupaten Asahan. "Kita dari STIHMA targetnya 100 orang. Besok kita akan konsolidasi lagi dengan BEM yang ada di Asahan dan organisasi mahasiswa (ekstern kampus) lainnya," ujarnya.

Aksi damai ini rencananya akan diisi dengan teatrikal dan orasi yang direncanakan dimulai pukul 09.00 WIB dan bertitik kumpul di lapangan Parasamya kemudian menuju Kantor DPRD Asahan, Kantor Bupati Asahan dan di akhiri di tugu juang Kota Kisaran.

“Nantinya ketika kita di tugu juang kita akan orasi dan juga membagikan selebaran kepada pengguna jalan khususnya dan juga kepada masyarakat, “katanya.

Dalam Aksi Bela Rakyat 121 yang akan digelar pada 12 Januari mendatang, mahasiswa memiliki beberapa tuntutan yang harus ditegakkan, antara lain:

1. Mencabut PP No.60 Tahun 2016 tentang kenaikan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

2. Menolak kenaikan tarif dasar listrik golongan 900 VA dan mendesak dikembalikannya subsidi untuk tarif dasar listrik golongan 900 VA.

3. Menjamin terpenuhnya kebutuhan BBM bersubsidi di seluruh SPBU.

Aksi ini diikuti oleh Perguruan Tinggi seperti UNA, STMIK Royal, IAIDU, AMIK Intelcom, AMIK Royal.

Untuk Akbid dan Akper kita sedang koordinasi dan dalam proses untuk mengajak ikut serta dalam aksi bela rakyat 121 ini, “tutup pemuda yang kini duduk di semester 7 ini.

 Sebelumnya BEM STIHMA dan BEM UNA  juga melakuakn sosialisasi menjelang aksi mulai hari Minggu hinggi kini. Sosialisasi dilakukan dengan menggalang tanda tangan masyarakat untuk mendukung aksi mereka.

 

 

Berikan Komentar